Selasa, 28 April 2009

access_point

http://bayoe.staff.uns.ac.id/files/2008/10/access_point_dan_hotspot1.pdf

modul " jaringan PC

http://bayoe.staff.uns.ac.id/download-materi-jaringan/

Istilah Istilah Dalam Jaringan

TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)
Protokol komunikasi yang mula-mula dikembangkan oleh Departemen Pertahanan AS. TCP/IP menyediakan jalur transportasi data sehingga sejumlah data yang dikirim oleh suatu server dapat diterima oleh server yang lain. TCP/IP merupakan protokol yang memungkinkan sistem di seluruh dunia berkomunikasi pada jaringan tunggal yang disebut Internet. Berikut adalah beberapa istilah dalam jaringan :

IP address
Alamat numeric unik dari sebuah komputer di Internet. IP address komputer Anda sama dengan nomor telepon Anda sendiri dalam fungsinya. Jika ada kesamaan nomor IP maka salah satu dari nomor yang sama akan tidak berfungsi di jaringan (konflik IP address)

Subnet Mask
Angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar.

Gateway
Sebuah komputer yang melayani konversi protokol antara beberapa tipe yang berbeda dari suatu network atau program aplikasi. Sebagai contoh, sebuah gateway dapat meng-convert sebuah paket TCP/IP menjadi paket NetWare IPX atau dari Apple Talk menjadi DECnet, dan lain-lain

Domain Name Sistem
Merupakan kepanjangan dari DNS dengan beberapa definisi berikut ini:
1.Sistem yang menerjemahkan antara alamat IP dan host name Internet.
2.Sistem pemberian alamat yang digunakan dalam lingkungan Internet. Intinya memberi nama lain pada alamat Internet Protocol yang terdiri dari dua bagian, yaitu identitas organisasi (nama organisasi) dan jenis organisasi (.com, .edu, .net, dsb).

Computer Name
Merupakan nama dari computer dalam jaringan. Dalam lingkungan LAN nama computer haruslah unic (tidak ada yang sama) jika terjadi kesamaan maka akan ada peringatan bahwa nama computer sudah di pakai dan akan mempengaruhi kinerja dari computer yang mempunyai nama yang sama tetapi dengan dasar IP address masih bisa diakses..

Workgroup
Kesatuan dari komputer2 yang berada di suatu jaringan. Tetapi menjadikan dalam jaringan tersebut tidak ada server yang mengatur ( semua computer kedudukannya sama)

Domain
Kesatuan dari komputer2 yang berada di suatu jaringan. Tetapi menjadikan dalam jaringan tersebut ada server yang mengatur ( server mempunyai kedudukan lebih tinggi)

PROTOCOL JARINGAN

Protokol adalah himpunan aturan-aturan main yang mengatur komunikasi data.Protokol mendefinisikan apa yang dikomunikasikan bagaimana dan kapan terjadinya komunikasi. Atau himpunan-himpunan yg memungkinkan komputer satu dapat berhubungan dengan komputer lain.

Element-element penting dalam protokol:

Syntax mengacu pada struktur atau format data, yang mana dalam urutan tampilannyamemiliki makna tersendiri. Sebagai contoh, sebuah protokol sederhana akan memiliki urutan pada delapan bit pertama adalah alamat pengirim, delapan bit kedua adalah alamat penerima dan bit stream sisanya merupakan informasinya sendiri.

Semantics mengacu pada maksud setiap section bit. Dengan kata lain adalah bagaimana bit-bit tersebut terpola untuk dapat diterjemahkan.

Timing mengacu pada 2 karakteristik yakni kapan data harus dikirim dan seberapacepat data tersebut dikirim. Sebagai contoh, jika pengirim memproduksi data sebesar 100 Megabits per detik (Mbps) namun penerima hanya mampu mengolah data pada kecepatan 1 Mbps, maka transmisi data akan menjadi overload pada sisi penerima dan akibatnya banyak data yang akan hilang atau musnah.

Jenis-jenis protokol:

TCP/IP
IPX/SPX
AppleTalk
NET BIOS
DECNET

POINT TO POINT PROTOCOL
SNA
SNMP
SLIP

TCP/IP

TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol)
adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet
KEUNTUNGAN:

Menawarkan suatu teknologi untuk menghubungkan sistem-sistem yang tidak serupa. TCP/IP termasuk routable dan dapat dihubungkan ke jaringan-jaringan berbeda melalui gateway.
Memungkinkan untuk melakukan server framework atau client yang termasuk cross-platform, scalable, dan robust. Microsoft TCP/IP menawarkan WinSock interface, yang sangat ideal untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi client/server yang dapat beroperasi pada WinSock-compliant stack dari vendor-vendor lain.
Memberikan suatu metode untuk memperoleh akses ke Internet. Dengan berhubungan ke Internet, sebuah VPN (virtual private network) atau extranet dapat ditentukan, yang bisa menghasilkan akses jarak jauh yang tidak mahal.
Selain itu, client-client Macintosh sekarang dapat memakai protocol TCP/IP untuk mengakses bersama-sama pada sebuah server Windows Server 2003 yang sedang mengoperasikan File Services for Macintosh (AFP [AppleShare File Server] pada IP), yang mengakibatkannya lebih mudah menuju jaringan dengan komputer-komputer Macintosh.

PROTOKOL-PROTOKOL YG ADA PADA TCP/IP:

Protokol lapisan aplikasi: bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP.
Protokol lapisan antar-host: berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP).
Protokol lapisan internetwork: bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP.
Protokol lapisan antarmuka jaringan: bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan.
IPX/SPX

Adalah protokol jaringan komputer yang digunakan oleh sistem operasi Novell NetWare pada akhir dekade 1980an hingga pertengahan dekade 1990an. IPX adalah protokol komunikasi tanpa koneksi (connectionless), seperti halnya Internet Protocol dan User Datagram Protocol pada kumpulan protokol TCP/IP.

PROTOKOL-PROTOKOL PADA SPX:

Internet Datagram Protocol, yang menyediakan pengiriman datagram yang tidak terjamin dan tanpa koneksi dari satu host ke host lain

Sequenced Packet Protokol (SPP), yang merupakan modifikasi dari IDP yang berbasiskan koneksi dan lebih terjamin
APPLE TALK

Adalah sebuah protokol jaringan yang dikembangkan khusus untuk jaringan yang terdiri atas komputer-komputer Apple Macintosh, yang mengizinkan para penggunanya untuk saling berbagi berkas dan printer agar dapat diakses oleh pengguna lainnya.

PROTOKOL-PROTOKOL yg ada di DALAMNYA:

Protokol TCP/IP
EtherTalk (untuk konektivitas dengan Ethernet)
TokenTalk (untuk konektivitas dengan Token Ring)
FDDITalk (untuk konektivitas dengan FDDI)

NET BIOS

Adalah sebuah spesifikasi yang dibuat oleh International Business Machine (sebenarnya dibuat oleh Sytek Inc. untuk IBM) dan Microsoft yang mengizinkan aplikasi-aplikasi terdistribusi agar dapat saling mengakses layanan jaringan, tanpa memperhatikan protokol transport yang digunakan.

DECNET

Mendukung Ethernet-Style LAN dan Baseband maupun broadband WAN teutama jalur private dan jalur dalam filosofi DECNET,node yg harus dapat menjadi mesin pintar dan tidak sesederhana sebuah terminal seperti pada istem lainnya

POINT TO POINT PROTOCOL

Adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya.

SNA(System Network Architecture)

Merupakan arsitektur terpusat dengan sebuah host komputer yg mengatur banyka terminal

SNMP(Simple Network Management Protocol)

Adalah sebuah protocol yg digunakan untuk memantau dan mengontrol jaringan dari tempat lain(jauh)

SLIPP(Serial Line IP)

Sebuah data link protocol untuk dial-up access ke jaringan TCP/IP.biasanya digunakan untuk mendapatkan akses internet.

PROTOKOL-PROTOKOL YD ADA DI DALAMNYA:

AX.25,adalah turunan dari X.25 akan tetapi digunakan sebagi protokol penghubung dalam jaringan packet radio

UUCP(Unix-to-Unix Copy Program)untuk mengirimkan file antarmesin unix

X.25

X.75

X.400

IP Security

IPSec (singkatan dari IP Security) adalah sebuah protokol yang digunakan untuk mengamankan transmisi datagram dalam sebuah internetwork berbasis TCP/IP. IPSec mendefiniskan beberapa standar untuk melakukan enkripsi data dan juga integritas data pada lapisan kedua dalam DARPA Reference Model (internetwork layer). IPSec melakukan enkripsi terhadap data pada lapisan yang sama dengan protokol IP dan menggunakan teknik tunneling untuk mengirimkan informasi melalui jaringan Internet atau dalam jaringan Intranet secara aman. IPSec didefinisikan oleh badan Internet Engineering Task Force (IETF) dan diimplementasikan di dalam banyak sistem operasi. Windows 2000 adalah sistem operasi pertama dari Microsoft yang mendukung IPSec.

IPSec diimplementasikan pada lapisan transport dalam OSI Reference Model untuk melindungi protokol IP dan protokol-protokol yang lebih tinggi dengan menggunakan beberapa kebijakan keamanan yang dapat dikonfigurasikan untuk memenuhi kebutuhan keamanan pengguna, atau jaringan. IPSec umumnya diletakkan sebagai sebuah lapsian tambahan di dalam stack protokol TCP/IP dan diatur oleh setiap kebijakan keamanan yang diinstalasikan dalam setiap mesin komputer dan dengan sebuah skema enkripsi yang dapat dinegosiasikan antara pengirim dan penerima. Kebijakan-kebijakan keamanan tersebut berisi kumpulan filter yang diasosiasikan dengan kelakuan tertentu. Ketika sebuah alamat IP, nomor port TCP dan UDP atau protokol dari sebuah paket datagram IP cocok dengan filter tertentu, maka kelakukan yang dikaitkan dengannya akan diaplikasikan terhadap paket IP tersebut.

Dalam sistem operasi Windows 2000, Windows XP, dan Windows Server 2003, kebijakan keamanan tersebut dibuat dan ditetapkan pada level domain Active Directory atau pada host individual dengan menggunakan snap-in IPSec Management dalam Microsoft Management Console (MMC). Kebijakan IPSec tersebut, berisi beberapa peraturan yang menentukan kebutuhan keamanan untuk beberapa bentuk komunikasi. Peraturan-peraturan tersebut digunakan ntuk memulai dan mengontrol komunikasi yang aman berdasarkan sifat lalu lintas IP, sumber lalu lintas tersebut dan tujuannya. Peraturan-peraturan tersebut dapat menentukan metode-metode autentikasi dan negosiasi, atribut proses tunneling, dan jenis koneksi.

Untuk membuat sebuah sesi komunikasi yang aman antara dua komputer dengan menggunakan IPSec, maka dibutuhkan sebuah framework protokol yang disebut dengan ISAKMP/Oakley. Framework tersebut mencakup beberapa algoritma kriptografi yang telah ditentukan sebelumnya, dan juga dapat diperluas dengan menambahkan beberapa sistem kriptografi tambahan yang dibuat oleh pihak ketiga. Selama proses negosiasi dilakukan, persetujuan akan tercapai dengan metode autentikasi dan kemanan yang akan digunakan, dan protokol pun akan membuat sebuah kunci yang dapat digunakan bersama (shared key) yang nantinya digunakan sebagi kunci enkripsi data. IPSec mendukung dua buah sesi komunikasi keamanan, yakni sebagai berikut:

* protokol Authentication Header (AH): menawarkan autentikasi pengguna dan perlindungan dari beberapa serangan (umumnya serangan man in the middle), dan juga menyediakan fungsi autentikasi terhadap data serta integritas terhadap data. Protokol ini mengizinkan penerima untuk merasa yakin bahwa identitas si pengirim adalah benar adanya, dan data pun tidak dimodifikasi selama transmisi. Namun demikian, protokol AH tidak menawarkan fungsi enkripsi terhadap data yang ditransmisikannya. Informasi AH dimasukkan ke dalam header paket IP yang dikirimkan dan dapat digunakan secara sendirian atau bersamaan dengan protokol Encapsulating Security Payload.
* protokol Encapsulating Security Payload (ESP): Protokol ini melakukan enkapsulasi serta enkripsi terhadap data pengguna untuk meningkatkan kerahasiaan data. ESP juga dapat memiliki skema autentikasi dan perlindungan dari beberapa serangan dan dapat digunakan secara sendirian atau bersamaan dengan Authentication Header. Sama seperti halnya AH, informasi mengenai ESP juga dimasukkan ke dalam header paket IP yang dikirimkan.

Beberapa perangkat keras serta perangkat lunak dapat dikonfigurasikan untuk mendukung IPSec, yang dapat dilakukan dengan menggunakan enkripsi kunci publik yang disediakan oleh Certificate Authority (dalam sebuah public key infrastructure) atau kunci yang digunakan bersama yang telah ditentukan sebelumnya (skema Pre-Shared Key/PSK) untuk melakukan enkripsi secara privat.

apa itu ??? TCP/IP

Pengertian Dasar Protokol
Definisi : sebuah aturan yang mendefinisikan
beberapa fungsi yang ada dalam sebuah
jaringan komputer, misalnya mengirim pesan,
data, informasi dan fungsi lain yang harus
dipenuhi oleh sisi pengirim (transmitter) dan sisi
penerima (receiver) agar komunikasi
berlangsung dengan benar.
Fungsi : untuk memungkinkan dua atau lebih
komputer agar dapat berkomunikasi dengan
bahasa yang sama.

Hal-hal Yang Harus Diperhatikan
Dalam Protocol
a. Syntax
Merupakan format data dan cara pengkodean
yang digunakan untuk mengkodekan sinyal.
b. Semantix
Digunakan untuk mengetahui maksud dari
informasi yang dikirim dan mengoreksi
kesalahan yang terjadi dari informasi tadi.
c. Timing
Digunakan untuk mengetahui kecepatan
transmisi data.

Fungsi Protocol (.)
a. Fragmentasi dan Reassembly
Fungsi dari fragmentasi(membagi) dan
reassembly(mengumpulkan) adalah membagi
informasi yang dikirim menjadi beberapa paket
data pada saat sisi pengirim mengirimkan
informasi tadi dan setelah diterima maka sisi
penerima akan menggabungkan lagi menjadi
paket berita yang lengkap.
b. Encaptulation
Fungsi dari encaptulation adalah melengkapi
berita yang dikirimkan dengan address, kodekode
koreksi dan lain-lain.

Fungsi Protocol (..)
c. Connection Control
Fungsi dari connection control adalah
membangun hubungan komunikasi dari
transmitter dan receiver, dimana dalam
membangun hubungan ini termasuk dalam hal
pengiriman data dan mengakhiri hubungan.
d. Flow Control
Fungsi dari flow control adalah mengatur
perjalanan data dari transmitter ke receiver.

Fungsi Protocol (...)
e. Error Control
Dalam pengiriman data tak lepas dari
kesalahan, baik itu dalam proses pengiriman
maupun pada waktu data itu diterima. Fungsi
dari error control adalah mengontrol terjadinya
kesalahan yang terjadi pada waktu data
dikirimkan.
f. Transmission Service
Fungsi dari transmission service adalah
memberi pelayanan komunikasi data khususnya
yang berkaitan dengan prioritas dan keamanan
serta perlindungan data.

Standarisasi Protocol
a. Electronic Industries Association (EIA)
b. Committee Consultative Internationale de
Telegrapque et Telephonique (CCITT)
c. International Standards Organization (ISO)
d. American National Standard Institute (ANSI)
e. Institute of Electrical and Electronic Engineers
(IEEE)

Mengapa Perlu Standarisasi ?
a. Standarisasi memberikan jaminan kepada produsen
hardware dan software bahwa produknya akan banyak
digunakan oleh pemakai dengan kata lain potensi pasar
menjadi lebih besar.
b. Standarisasi menjadikan produk dari para produsen
komputer dapat saling berkomunikasi, sehingga pembeli
menjadi lebih leluasa dalam memilih peralatan dan
menggunakanya.
c. Dengan standarisasi maka produsen tidak dapat
melakukan monopoli pasar sehingga harga produk
menjadi lebih murah karena terjadi persaingan sehat
antar para produsen dalam menjual produknya.

Jenis-jenis Protocol
• NetBEUI Frame Protokol (NBF)
• NetBIOS
• NWLink
• IPX/SPX
• TCP/IP
• UDP
• ARP (Address Resolution Protocol)
• RARP (Reverse Address Resolution
Protocol)
• ICMP (Internet Control Message Protocol)

a. NetBEUI Frame Protokol (NBF)
• Merupakan versi modifiksi dari NetBEUI.
• Dikembangkan pada tahun 1985 oleh
IBM.
• Spesifikasi terbaru dari NBF adalah V.30.
• Salah satu keuntungn utama di dalam
stack NBF adalah batas 254, session di
dalam NetBEUI sudah dihilangkan.
• menyediakan alokasi memori otomatis
yang sewaktu – waktu dapat digunakan.

Kerugian NBF
• Ketidakmampuan protokol ini di-route-kan
yang berarti secara virtual tidak berguna
untuk sebuah WAN.
• Ketergantungan NBF pada pesan
broadcast untuk mengkomunikasikan data
di antara banyak komputer dalam
jaringan.

b. NetBIOS
• Suatu antarmuka (interface) dan sebuah protokol yang
dikembangkn oleh IBM.
• Fungsi protokol ini berkisar di atas tiga layer paling atas
(session,presentation dan application).
• Dalam model OSI, NetBIOS memberikan suatu interface
standard bagi layer dibawahnya.
• Dapat digunakan sebagai sebuah API (Application
Program Interface) untuk pertukaran data.
• Memberi akses programmer ke berbagai sumber daya
untuk menciptakan hubungan dua komputer atau antara
dua aplikasi pada komputer yang sama.

NetBIOS Melayani Tiga Fungsi Jaringan
1) Naming Services
Dipergunakan untuk menyebarkan nama group, user
dan komputer ke jaringan. Ia juga bertugas untuk
memastikan agar tidak terjadi duplikasi nama.
2) DataGram Support
Menyediakan transmisi tanpa koneksi yang tidak
menjamin suksesnya, besarnya tidak lebih besar dari
512 bytes. Metode datagram ini digunakan oleh naming
services.
3) Session Support
Memungkinkan transmisi dimana sebuah virtual circuit
session diadakan sedemikian rupa sehingga pengiriman
paket dapat di pantau dan dikenali.

c. NWLink
• Merupakan suatu implementasi 32 bit Microsoft
dari protokol stack yang kompatibel dengan
IPX/SPX. Ia dapat digunakan untuk menciptakan
hubungan antara komputer WindowsNT,
Komputer MS DOS, Windows dan WindowsNT
lainnya.
• Koneksi ini dicapai melalui variasi komunikasi.
• NWLink sangat cocok diterapkan di platform
intel tetapi tidak cocok diterapkan di platform
lain.

d. IPX/SPX
• IPX/SPX adalah protokol yang
diimplementasikan dalam jaringan Novell
Netware.
• IPX bertanggung jawab untuk routing dan
pengiriman paket.
• Sementara SPX menciptakan hubungan
dan menyediakan acknowledgement dari
pengiriman paket tersebut.

e. TCP/IP
• TCP/IP bukanlah sebuah protokol tunggal
tetapi satu kesatuan protokol dan utility.
• Setiap protokol dalam kesatuan ini
memiliki aturan yang spesifik.
• Protokol ini dikembangkan oleh ARPA
(Advanced Research Projects Agency)
untuk departemen pertahanan Amerika
Serikat pada tahun 1969.

Karakteristik TCP/IP
1) Mampu menghubungkan berbagai jenis
sistem operasi.
2) Dapat diandalkan dan mampu
mendukung komunikasi kecepatan tinggi.
3) Routable dan scalable untuk memenuhi
jaringan yang kompleks dan luas.

Komponen TCP/IP
Setiap alamat terbagi atas dua komponen :
1) Network ID
bagian dari alamat IP yang mewakili jaringan fisik dari
host (nama jalan dari rumah). Setiap komputer dalam
segmen jaringan tertentu akan memiliki ID jaringan yang
sama.
2) Node ID
Ini adalah bagian yang mewakili bagian individu dari
alamat (nomor rumah). Bila komputer disegment
jaringan memiliki alamat, maka jaringan tersebut perlu
tahu milik siapakah suatu paket itu.

Nilai TCP/IP
Sebuah alamat TCP/IP adalah nilai biner
berukuran 32 bit yang diberikan kesetiap
host dalam sebuah jaringan. Nilai ini
digunakan untuk mengenali jaringan di
mana host tersebut dan mengenali nomor
unik host bersangkutan dijaringan tertentu.
Setiap host yang terhubung jadi satu pada
sebuah internetwork harus memiliki satu
alamat unik TCP/IP.

Contoh Nilai TCP/IP
10.149.240.66  A
00001010.10010101.11110000.10000010
172.28.14.1  B
10101100.00011100.00001110.00000001
192.168.0.1  C
11000000.10101000.00000000.00000001

Tabel Class,Host,Oktet
C 256 192 - 223
B 16.536 128 - 191
A 16.777.216 1 - 126
CLASS JUMLAH HOST JUMLAH OKTET PERTAMA
Ingat…!
Nilai IP = nilai 32 bit
1 Oktet = 8 bit

Konsep Network ID
Ex: IP : 202.149.240.66
Dengan menggunakan contoh diatas,
katakanlah administrator mensetup
jaringan dengan semua komputer memiliki
bagian nilai yang sama 202.149.240.XXX.
Kondisi inilah yang disebut network ID.
Nomor pada XXX adalah node ID-nya.

Konsep Subnet Mask
255.255.255.0
255.255.0.0
255.0.0.0
SUBNET MASK
C 256 192 - 223
B 16.536 128 - 191
A 16.777.216 1 - 126
JUMLAH OKTET
PERTAMA
JUMLAH
CLASS HOST
Setiap komputer di sebuh jaringan biasanya ingin mengirim data
langsung ke komputer lainnya. Komputer pengiriman harus
memastikan bahwa si penerima berada di jaringan yang sama atau di
luar itu.
Subnet mask digunakan oleh protokol stack TCP/IP untuk
menentukan bahwa host yang akan dicoba dikomunikasikan berada
di jaringan lokal yang sama atau berada di jaringan remote.

f. UDP
• UDP memberikan satu metode kepada aplikasi
untuk mengirimkan data ke aplikasi di Host lain
pada jaringan tanpa harus lebih dulu
membangun hubungan komunikasi dengan host
tersebut.
• UDP tidak menjamin keberhasilan pengiriman
data dan tidak menjamin adanya duplikasi
pengiriman data. Keberhasilan transmisi
ditangani oleh lapisan diatasnya, yaitu lapisan
aplikasi.

Header Dalam UDP (.)
Setiap data yang dikirim oleh UDP,
ditambahkan dengan header yang berisi
1) Source Port (Port Asal)
digunakan sebagai identitas pengiriman data, namun
sebenarnya source port tidak mutlak diperlukan karena
UDP tidak memerlukan jawaban. Port ini dalam
pemrograman jaringan disebut dengan socket.
2) Destination Port (Port Tujuan)
digunakan sebagi identitas pengiriman data. Nomor port
ini adalah nomor yang dikenal oleh aplikasi di mesin
remote yang juga dijadikan identitas layanan.

Header Dalam UDP (..)
3) Length ( Panjang Data)
Panjang data diperlukan aplikasi di remote
host untuk memastikan kebenaran data
transmisi dan untuk melakukan checking
lapisan aplikasi terhadap validasi data.
4) Checksum
Checksum adalah satu-satunya
mekanisme UDP untuk mendeteksi Error
pada pengiriman data.

CONTOH PORT TCP
80 WEB
25 SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
23 TELNET
22 SSH
20,21 FTP
PORT KETERANGAN

CONTOH PORT UDP
SNMP (Simple Network Management
Protocol)
161
137 NetBios Name Service
69 TFTP (Trivial FTP)
53 DNS (Domain Name Service)
15 Netstat (Network Status)
PORT KETERANGAN

g. ARP (Address Resolution
Protocol)
• Layer IP bertugas untuk mengadakan mapping
atau transformasi dari IP address ke ethernet
address.
• Secara internal ARP melakukan resolusi
address tersebut dan ARP berhubungan
langsung dengan data link layer.
• ARP mengolah sebuah tabel yang berisi IPAddress
dan ethernet address dan tabel ini diisi
setelah ARP melakukan broadcast ke seluruh
jaringan.

h. RARP (Reverse Address
Resolution Protocol)
Digunakan oleh komputer yang tidak mempunyai nomor IP.
Mekanisme.
• Pada saat komputer dihidupkan, maka komputer melakukan
broadcast ke seluruh jaringan untuk menanyakan apakah ada
server yang dapat memberikan nomor IP untuk komputer tersebut.
Server yang dapat memberikan nomor IP secara otomatis disebut
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol). Paket broadcast
tersebut dikirim beserta dengan MAC-Address dari pengirim. Server
DHCP yang mendengar request tersebut akan menjawabnya
dengan memberikan nomor IP dan waktu pinjam (lease time). Bila
waktu pinjam habis atau komputer dimatikan, maka nomor IP
tersebut akan diambil kembali oleh DHCP Server dan akan
diberikan kepada komputer yang membutuhkan

i. ICMP (Internet Control
Message Protocol)
ICMP diperlukan secara internal oleh IP untuk memberikan
informasi tentang error yang terjadi antara host.
Beberapa laporan yang disampaikan oleh ICMP, antara
lain :
1) Destination Unreachable (Host or Port).
2) Network Unreachable.
3) Time Exceeded.
4) Parameter Problem.
5) Echo Reply, Echo Request dengan utilitas ping.
6) Dan lain – lain.

Rabu, 22 April 2009

SETTING MODEM BILLION PPPoE WINDOWS XP

- SETTING MODEM BILLION PPPoE WINDOWS XP

Langkah 1:

klik start → control panel
Langkah 2 :

Double klik Network Connection icon
Langkah 3 :

double klik pada Local Area Connection icon kemudian klik Properties
Langkah 4:

pilih Internet Protocol (TCP/IP) dan klik Properties
Langkah 5 :

pilih Obtain an IP address automatically and Obtain DNS server address automatically, kemudian klik OK
Langkah 6 :

masukkan alamat web: ”192.168.1.1” pada kotak Address, kemudian tekan enter.
Langkah 7 :

masukkan Username : admin dan Password: admin, kemudian klik Log In
Langkah 8 :

setelah Log In, anda akan masuk pada LINKSYS’s Home → Quiick Start
• Klik Next
• Set password baru → klik Next
• Pilih Time Zone → klik Next
• Pilih settingan PPPoE/ PPPoA → klik Next
• Pada kolom username masukkan nomer speedy diikuti @telkom.net

• Pada kolom password, masukkan password yang telah diperoleh

• VPI : 8, VCI : 81

• Kolom Connection Type dipilih pada settingan PPPoELLC
• Klik Next
Langkah 9 :

Kembali ke Home → Interface Setup → Internet
Ø Encapsulation → Bridge

Kolom Encapsulation, untuk settingan bridge mode, pilih 1483 Bridged IP.
• Kolom Virtual Circuit ID , untuk VPI diisi 8, VCI diisi 81

• Kemudian di Apply


Ø Encapsulation → PPPoE

Kolom Encapsulation, untuk settingan PPPoE, pilih PPPoA, 1483 Bridged 1483 Router IP IP atau PPPoE
• Kolom Virtual Circuit ID , untuk VPI diisi 8, VCI diisi 81

• Pada bagian PPPoE/ PPPoA, pada username : nomer speedy diikuti @telkom.net dan kolom password diisi sesuai dengan password yang diperoleh

• Kemudian di Apply



Langkah 10:

Ø Untuk yang Encapsulation → PPPoE, langsung ke langkah 17

Ø Untuk yang Encapsulation → Bridge, klik start → run → sampai langkah 17
Langkah 11 :

pada layar akan muncul tampilan berikut:
• klik OK
Langkah 12 :

pada layar akan muncul tampilan berikut:
• ketik ipconfig, tekan enter

Langkah 13 :

pada layar akan muncul tampilan berikut:
• ketik ping , misal ping 10.85.250.1 tekan enter
Langkah 14 :

pada layar akan muncul tampilan berikut:
• Reply from 10.85.250.1=bytes 32 time<1ms ttl="255,">
pilih connect to the internet
• Klik Next>
pilih set up my connection manually
• Klik Next>
pilih connect using broadband connection that request a user nama and password
• Klik Next>
isikan ISP name (contoh : speedy) bisa juga nama lain
• Klik Next>
centang pada add a shorcut this connection tu my dekstop
. klik finish>
catatan penting : restat dulu komputer kamu ok.

Senin, 06 April 2009

Sharing Internet untuk 2 PC dengan Bridge Windows

Sharing Internet untuk 2 PC dengan Bridge Windows



Tutorial Jaringan kali ini erat sekali hubungannya dengan tutorial penulis sebelumnya, yakni mengenai “Koneksi 2 PC menggunakan kabel Cross”, sehingga sebelum membaca artikel ini lebih lanjut, penulis sarankan untuk membaca artikel tersebut.
Bagi seorang yang memiliki akses internet di rumah mungkin pernah menemui kasus seperti bagaimana caranya membagi koneksi internet hanya untuk 2 pc. Bisa saja menggunakan switch atau hub, kemudian memasangkan kabel modem adsl ke dalam switch atau hub tersebut kemudian membagi koneksi berdasarkan topologi jaringan star. Penulis rasa ini hanya menghabiskan resource saja, dan dana yang keluar tentunya lebih besar lagi. Kira-kira gambarannya adalah seperti ini :



Dibutuhkan satu buah switch, sekitar beberapa minggu yang lalu penulis cek harga hub 8 port itu sekitar Rp 250 ribu. :(, dan dibutuhkan 2 kabel jenis strike, di tambah 4 buah RJ 45, hmmm... berapa kira-kira dana yang habis di keluarkan ?? Kurang lebih sekitar Rp 270 ribu. :( Mungkin bisa kurang. Tergantung yang jual temen atau bukan. Harga temen sekitar ... Lah jadi jualan ?? :D~~
Beda halnya jika kita menggunakan topologi bus yang hanya membutuhkan satu buah lan card tambahan, dipasang pada salah satu pc, dan satu buah kabel jenis cross, tentunya bisa meminimalisir biaya yang akan dikeluarkan, satu buah lan card harganya sekitar Rp 45 ribu. Sisanya bisa dipakai untuk pedi cure dan medi cure ... :D~~ Ya, kira-kira gambaran dari topologi bus yang dapat meminimalisir pengeluaran, seperti ini :



Hanya dibutuhkan satu buah lancard tambahan, dan satu buah kabel cross. Lan card tambahan dipasang di salah satu pc, dan pc ini harus terhubung secara langsung ke modem adsl, seperti pada gambar di atas. Dengan kata lain, 2 lan card inilah yang nantinya akan dijadikan sebagai bridge. Perlu diketahui bridge dalam windows XP biasanya hanya memiliki satu alamat IP.
Penulis tegaskan kembali, teknik yang satu ini berbeda dengan teknik ketika anda membuat dial connection type PPoE (biasanya digunakan pada broadband ADSL). Dial connection langsung dari PC berakibat pc yang mendial connection tersebut akan memiliki IP Public. Nah itu adalah alasan penulis membuat artikel ini. Dengan kata lain, pada teknik ini yang memiliki ip public nantinya adalah si modem itu sendiri. Bukan PC yang melakukan Dialing connection. PC di sini hanya berfungsi sebagai bridge saja. Bukan mendial connection.
Setelah terpasang jaringan seperti pada gambar, langkah selanjutnya adalah menyetting komputer yang memiliki 2 lan card tersebut.

1. Klik Start > Run > ketik Regedit [enter]
2. Masuk ke : HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Tcpip\Parameters
3. Ubahlah Nilai dari “IPEnableRouter” menjadi 1
4. Tutup Regedit.
5. Restart PC.
Langkah selanjutnya adalah membuat bridge dari 2 LAN Card pada pc tersebut. Caranya adalah, masuk ke Control Panel  Network Connection, kemudian klik kanan dan pilih bridge connection.





Tunggu sebentar hingga terdapat 1 koneksi baru, yaitu network bridge.




Kemudian klik kanan Network Bridge tersebut, pilih properties, pada adapters centang 2 lancard yang akan dijadikan bridge,




pada This Connection Use the following items, pilih Internet Protocol (TCP/IP) kemudian klik button Properties. Untuk pengisian IP Address, di haruskan 1 class dengan modem adsl, pada gambar ini terlihat, PC yang di jadikan Bridge mempunyai IP, 192.168.1.2, dan Modem ADSL sebagai Gatewaynya adalah 192.168.1.1, Preferres DNS server di sini adalah DNS milik ISP.




Selesai kemudian Ok.

Selanjutnya adalah settingan pada client, yakni di haruskan untuk menggunakan IP Class yang sama dengna bridge, anda bisa menggunakan 192.168.1.3 – 192.168.1.254, dengan Default Gatewaynya mengarah kepada Bridge, yakni 192.168.1.2, dan DNS Server mirip dengan propertiesnya bridge. Ya, selesai, anda sudah dapat menggunakan fasilitas bridge ini untuk berinternet ria.

Jumat, 03 April 2009

Wi-Fi

Wi-Fi

Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.

Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk pengunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Spesifikasi

Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu:

  • 802.11a
  • 802.11b
  • 802.11g
  • 802.11n

Spesifikasi b merupakan produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki penjualan terbanyak pada 2005.

Spesifikasi Wi-Fi
Spesifikasi Kecepatan Frekuensi
Band
Cocok
dengan
802.11b 11 Mb/s 2.4 GHz b
802.11a 54 Mb/s 5 GHz a
802.11g 54 Mb/s 2.4 GHz b, g
802.11n 100 Mb/s 2.4 GHz b, g, n

Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama.

Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:

  • Channel 1 - 2,412 MHz;
  • Channel 2 - 2,417 MHz;
  • Channel 3 - 2,422 MHz;
  • Channel 4 - 2,427 MHz;
  • Channel 5 - 2,432 MHz;
  • Channel 6 - 2,437 MHz;
  • Channel 7 - 2,442 MHz;
  • Channel 8 - 2,447 MHz;
  • Channel 9 - 2,452 MHz;
  • Channel 10 - 2,457 MHz;
  • Channel 11 - 2,462 MHz

Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLAN (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan WLAN dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan.

Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).

Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.

Tingginya animo masyarakat --khususnya di kalangan komunitas Internet-- menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel.

Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot.

Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut --yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan-- dipicu faktor kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat.

Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia.

Beberapa pengamat bahkan telah memprediksi pada tahun 2006, akan terdapat hotspot sebanyak 800.000 di negara-negara Eropa, 530.000 di Amerika Serikat dan satu juta di negara-negara Asia.

Keseluruhan jumlah penghasilan yang diperoleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dari bisnis Internet berbasis teknologi Wi-Fi hingga akhir tahun 2003 diperkirakan berjumlah 5.4 trilliun dollar Amerika, atau meningkat sebesar 33 milyar dollar Amerika dari tahun 2002 (www.analysys.com).

[sunting] Wi-fi Hardware

Wi-fi dalam bentuk PCI

Hardware wi-fi yang ada di pasaran saat ini ada berupa :

Wi-fi dalam bentuk USB

[sunting] Mode Akses Koneksi Wi-fi

Ada 2 mode akses koneksi Wi-fi, yaitu

[sunting] Ad-Hoc

Mode koneksi ini adalah mode dimana beberapa komputer terhubung secara langsung, atau lebih dikenal dengan istilah Peer-to-Peer. Keuntungannya, lebih murah dan praktis bila yang terkoneksi hanya 2 atau 3 komputer, tanpa harus membeli access point

[sunting] Infrastruktur

Menggunakan Access Point yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan (Network).

[sunting] Sistem Keamanan Wi-fi

Terdapat beberapa jenis pengaturan keamanan jaringan Wi-fi, antara lain:

  1. WPA Pre-Shared Key
  2. WPA RADIUS
  3. WPA2 Pre-Shared Key Mixed
  4. WPA2 RADIUS Mixed
  5. RADIUS
  6. WEP

[sunting] Popularitas Wi-fi

Di Indonesia sendiri, penggunaan Internet berbasis Wi-Fi sudah mulai menggejala di beberapa kota besar. Di Jakarta, misalnya, para maniak Internet yang sedang berselancar sambil menunggu pesawat take off di ruang tunggu bandara, sudah bukan merupakan hal yang asing.

Fenomena yang sama terlihat diberbagai kafe --seperti Kafe Starbuck dan La Moda Cafe di Plaza Indonesia, Coffee Club Senayan, dan Kafe Mister Bean Coffee di Cilandak Town Square-- dimana pengunjung dapat membuka Internet untuk melihat berita politik atau gosip artis terbaru sembari menyeruput cappucino panas.

Dewasa ini, bisnis telepon berbasis VoIP (Voice over Internet Protocol) juga telah menggunakan teknologi Wi-Fi, dimana panggilan telepon diteruskan melalui jaringan WLAN. Aplikasi tersebut dinamai VoWi-FI (Voice over Wi-Fi).

Beberapa waktu lalu, standar teknis hasil kreasi terbaru IEEE telah mampu mendukung pengoperasian layanan video streaming. Bahkan diprediksi, nantinya dapat dibuat kartu (card) berbasis teknologi Wi-Fi yang dapat disisipkan ke dalam peralatan eletronik, mulai dari kamera digital sampai consoles video game (ITU News 8/2003).

Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa bisnis dan kuantitas pengguna teknologi Wi-Fi cenderung meningkat, dan secara ekonomis hal itu berimplikasi positif bagi perekonomian nasional suatu negara, termasuk Indonesia.

Meskipun demikian, pemerintah seyogyanya menyikapi fenomena tersebut secara bijak dan hati-hati. Pasalnya, secara teknologis jalur frekuensi --baik 2,4 GHz maupun 5 GHz-- yang menjadi wadah operasional teknologi Wi-Fi tidak bebas dari keterbatasan (Kompas, 5/2/2004).

Pasalnya, pengguna dalam suatu area baru dapat memanfaatkan sistem Internet nirkabel ini dengan optimal, bila semua perangkat yang dipakai pada area itu menggunakan daya pancar yang seragam dan terbatas.

Apabila prasyarat tersebut tidak diindahkan, dapat dipastikan akan terjadi harmful interference bukan hanya antar perangkat pengguna Internet, tetapi juga dengan perangkat sistem telekomunikasi lainnya.

Bila interferensi tersebut berlanjut --karena penggunanya ingin lebih unggul dari pengguna lainnya, maupun karenanya kurangnya pemahaman terhadap keterbatasan teknologinya-- pada akhirnya akan membuat jalur frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Keterbatasan lain dari kedua jalur frekuensi nirkabel ini (khususnya 2,4 GHz) ialah karena juga digunakan untuk keperluan ISM (industrial, science and medical).

Konsekuensinya, penggunaan komunikasi radio atau perangkat telekomunikasi lain yang bekerja pada pada pita frekuensi itu harus siap menerima gangguan dari perangkat ISM, sebagaimana tertuang dalam S5.150 dari Radio Regulation.

Dalam rekomendasi ITU-R SM.1056, diinformasikan juga karakteristik perangkat ISM yang pada intinya bertujuan mencegah timbulnya interferensi, baik antar perangkat ISM maupun dengan perangkat telekomunikasi lainnnya.

Rekomendasi yang sama menegaskan bahwa setiap anggota ITU bebas menetapkan persyaratan administrasi dan aturan hukum yang terkait dengan keharusan pembatasan daya.

Menyadari keterbatasan dan dampak yang mungkin timbul dari penggunaan kedua jalur frekuensi nirkabel tersebut, berbagai negara lalu menetapkan regulasi yang membatasi daya pancar perangkat yang digunakan.

Wi-Fi

http://www.xirrus.com/library/wifitools.php

Wi-Fi

http://www.xirrus.com/library/wifitools.php

Jaringan Komunikasi Data

Jaringan Komunikasi Data

    Komunikasi data, cepat atau lambat pada akhirnya akan mengarah kesuatu sistem jaringan. Hubungan komunikasi data yang paling sederhana adalah merupakan hubungan dari satu titik ketitik yang lain. Dalam hal ini hanya melibatkan satu pemancar data kesatu penerima data. Apabila hubungan ini dikembangkan dan akhirnya melibatkan penerima lainnya ataupun pemacar lainnya, maka terbentuklah sebuah jaringan komunikasi data.


    Pengertian jaringan disini dapat diartikan sebagai suatu sistem yang terkordinir dan saling berhubungan yang terdiri atas beberapa terminal ataupun PC ataupun mini-komputer dan mainframe yang bekerja sendiri-sendiri tetapi dapat saling bertukar data ataupun saling memanfaatkan segala sumber daya yang tersedia. CPU yang ada dipusat disebut sebagai server ataupun host komputer, dan terminal yang ada juga disebut sebagai node ataupun simpul. Jaringan yang ada juga merupakan gabungan dari unsur hardware dan software sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan.


    a. Local Area Network
    Merupakan suatu jaringan dimana peralatan-peralatan hardware dan software digabungkan untuk dapat saling berkomunikasi dalam daerah yang terbatas. LAN pada awalnya dikembangkan dikomputer mini, tetapi justru menjadi populer setelah PC banyak digunakan.


    Dengan adanya sistem LAN ini maka beberapa PC yang tadinya bekerja sendiri-sendiri, pada akhirnya dapat bekerja sama dalam batas-batas tertentu, bahkan juga dengan sistem komputer yang lebih besar. Kerjasama yang dapat dilakukan juga semakin berkembang dari hanya pertukaran data sampai saling memakai peralatan yang dihubungkan dengan salah satu sistem komputer.


    Akibat banyaknya merk dan jenis komputer yang beredar, maka seringkali sebuah kantor memiliki lebih dari satu merk komputer dengan pelbagai jenis dan ukurannya. Padahal kantor sangat menghendaki agar semua sistem komputer yang dimilikinya dapat saling bekerja sama, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan secara lebih efisien dan perlatan yang mahal dapat digunakan secara bersama. Hal inilah yang menyebabkan dorongan munculnya LAN.


    LAN menjadi sedemikian populernya karena secara umum dapat digunakan sebagai paralatan otomatisasi kantor. Pada gambar nampak sebuah jaringan LAN yang terdiri dari empat PC yang diletakkan pada pelbagai tempat. PC yang ada disebut sebagai workstation. Setiap workstation dapat digunakan sebagai stand-allone (komputer yang berdiri sendiri), tetapi juga dapat digunakan untuk meng-access storage ataupun output devices, yang dalam hal ini disebut sebagai peripheral, yang berlokasi saling berjauhan tetapi masih dalam satu jaringan.


    Manajer pada Workstation-1 dapat menggunakan software expert system yang terdapat pada server untuk menyiapkan grafik serta mencetaknya dengan ploter. Manajer 2 yang terdapat pada Workstation-2 dapat menggunakan MS-Word dan mencetaknya dengan printer biasa. LAN dalam hal ini mampu memberikan semuanya itu kepada pemakai, dan ini tentu sangat menghemat biaya.


    Jaringan LAN biasanya akan terdiri atas: File server, berfungsi untuk mengontrol harddisk serta menghubungkannya kedalam jaringan. Utility server, dengan adanya peralatan ini memungkinkan untuk setiap pemakai didalam jaringan bisa menggunakan beberapa peralatan, seperti misalnya modem, ploter dan lainnya. Printer server, berfungsi untuk membagi peng-access-an printer kedalam jaringan sehingga bisa dimanfaatkan seluruh pemakai. Gateway, merupakan suatu perlatan didalam jaringan yang berguna untuk melakukan komunikasi dengan jaringan yang lain.


    Sesuai dengan namanya, maka LAN hanya bisa menjangkau daerah yang areanya terbatas (local), seperti misalnya dalam satu gedung, satu departemen ataupun satu kampus (saat ini pengertian terbatas diartikan tidak lebih dari 20 km). Dan dikarenakan pendeknya jarak yang ada, maka kecepatan transmisi data menjadi sangat tinggi.


    Media transmisi data yang digunakan pada LAN biasanya berupa kabel untiran seperti halnya yang digunakan pada kabel telpon, ataupun kabel koaksil yang biasanya digunakan pada televisi, ataupun kabel serat optik. Penggunaan udara sebagai media transmisi pada LAN pada saat ini belum umum digunakan. Dalam hal ini, jaringan LAN biasanya tidak memerlukan adanya modem.


    b. Wide Area Network.
    Merupakan suatu jaringan yang terdiri atas dua ataupun lebih komputer dalam suatu area yaang luas dan dihubungkan dengan fasilitas komunikasi seperti misalnya sistem telpon ataupun pemancar gelombang-mikro. Bentuk ini biasanya digunakan oleh perusahaan besar ataupun departemen pemerintahan.


    Pada saat ini, banyak sekali perusahaan yang memiliki cabang yang tersebar dipelbagai kota ataupun pelbagai negara. Setiap cabang yang ada, kemudian saling dihubungkan dengan sebuah jaringan yang bermuara pada kantor pusat. Pada saat ini, jaringan yang ada dapat menangani banyak hal, seperti misalnya melakukan komunikasi suara, data ataupun komunikasi gambar/video


    MENGENAL DUNIA KOMPUTER

Wi-Fi

Wi-Fi standar yang dapat membingungkan, subjek pernah berubah, terutama ketika produsen yang terlibat dalam perang yang buzzwords mengenai fitur terbaru dangkal. You can safely ignore most of those marketing terms–especially ones that are trademarked. Anda dapat mengabaikan kebanyakan mereka pemasaran khususnya orang-istilah yang dagang. With that out of the way, let’s look what you do need to know to choose a wireless router, configure a network, and get started. Dengan keluar dari jalan, mari kita lihat apa yang anda perlukan untuk memilih router nirkabel, konfigurasi jaringan, dan memulai.

Select a Wireless Router Pilih Wireless Router

These days, you should buy a router that uses the 802.11n wireless standard. Hari-hari ini, Anda harus membeli sebuah router yang menggunakan standar 802.11n nirkabel. But there are a few caveats. Tetapi ada beberapa peringatan. This Wi-Fi protocol is backward-compatible with 802.11g and 802.11b; if you or a visitor uses a laptop based on one of those older technologies, the machine will work with your new router so long as you configure the router for backward compatibility. Wi-Fi ini adalah protokol-mundur dan 802.11g kompatibel dengan 802.11b, jika Anda atau pengunjung menggunakan laptop berdasarkan salah satu teknologi yang lama, mesin akan bekerja sama dengan Anda yang baru router asalkan Anda mengkonfigurasi router untuk kompatibilitas ke belakang . The 802.11n spec reaches farther and transfers data faster than the other two Wi-Fi methods; nevertheless, it has not yet received official approval as a standard. 802.11n spec yang mencapai lebih jauh dan transfer data lebih cepat dari yang lain dua metode Wi-Fi, bagaimanapun, ia belum menerima persetujuan resmi sebagai standar.

The final 802.11n specifications are expected to appear in 2010, so technically you’ll be buying a draft 802.11n router. Final 802.11n spesifikasi diharapkan muncul pada tahun 2010, sehingga secara teknis Anda akan membeli router 802.11n draft. There’sa very small chance that current routers won’t work with the final standard; but since the companies that sit on the 802.11n decision board have been selling their versions of those chips, they are unlikely to rock the boat much at this point. Ada peluang yang sangat kecil router saat ini tidak akan bekerja dengan akhir standar, tetapi karena perusahaan yang duduk di papan 802.11n keputusan telah menjual mereka versi mereka chips, mereka tidak akan mengganggu ketenangan banyak pada saat ini . Instead, a free firmware release will likely update today’s routers to the final approved specification. Sebaliknya, gratis firmware akan merilis update sekarang router ke final disetujui spesifikasi.

It’sa good idea to choose a dual-band router. It'sa good idea untuk memilih dual band router. Such routers divide traffic over two areas of the wireless spectrum, 2.4GHz and 5GHz. Seperti router membagi lalu lintas lebih dari dua bidang spektrum nirkabel, 2.4GHz dan 5GHz. This arrangement basically opens up an extra lane for communications so the network can handle more data at once, and at faster speeds. Pengaturan ini pada dasarnya terbuka membuat ekstra untuk jalur komunikasi sehingga jaringan dapat menangani lebih banyak data sekaligus, dan pada kecepatan yang lebih cepat. Many routers, such as the Linksys Simultaneous Dual-N Band Wireless Router (WRT610N), can divide traffic over two SSIDs (service set identifiers–aka network names), letting you put slower or lower-security 802.11b devices on their own loop. Banyak router, seperti Linksys Simultaneous Dual-N Band Wireless Router (WRT610N), dapat membagi dua lalu lintas melalui SSIDs (service set identitas / tanda-nama alias jaringan), memungkinkan Anda meletakkan lambat atau lebih rendah-802.11b perangkat keamanan pada masing-masing loop. Other routers, such as the Netgear Rangemax Dual Band Wireless-N Gigabit Router (WNDR3700) let you isolate traffic on the two wireless networks. Routers lainnya, seperti Netgear Rangemax Dual Band Wireless-N Gigabit Router (WNDR3700) membiarkan anda mengisolasikan lalu lintas di dua jaringan nirkabel. This is ideal for leaving an open segment as a neighborly gesture, while closing off file sharing to your PCs. Hal ini sangat ideal untuk meninggalkan sebuah segmen sebagai sikap ramah tamah, sementara penutupan off file sharing Anda ke PC.

You should base the remainder of your buying decision on the router’s ports. Anda harus dasar sisanya Anda membeli keputusan pada router dari pelabuhan. Even though theoretically you could set up a wireless-only system, your network will likely consist of a mixture of wired and wireless devices. Walaupun secara teori anda dapat mengatur hanya sistem nirkabel, jaringan anda akan terdiri dari campuran kabel dan nirkabel. Wired connections are still optimal for speed, simplicity, reliability, and security. Wired koneksi masih optimal untuk kecepatan, kemudahan, kehandalan, dan keamanan.

Many wireless routers still include 100Base-T ethernet, instead of the speedier gigabit (1000Base-T) standard. Banyak router nirkabel masih termasuk 100Base-T ethernet, sebagai pengganti speedier gigabit (1000Base-T) standar. Look for a model that incorporates the higher gigabit speed so that your network can keep wired traffic blazing along. Mencari model yang juga semakin tinggi kecepatan gigabit sehingga Anda dapat menyimpan jaringan kabel lalu lintas di sepanjang terik. Even while streaming high-definition video around your home, you’ll be able to share other files without a slowdown. Bahkan saat streaming video definisi tinggi di sekitar rumah Anda, Anda dapat berbagi file lainnya tanpa kemunduran. For maximum benefit you’ll have to use gigabit ethernet computers, but you could upgrade your 100Base-T clients subsequently, since they (and 10Base-T clients) still work with faster hardware. Untuk mendapatkan keuntungan maksimum Anda harus menggunakan gigabit ethernet komputer, namun Anda dapat meng-upgrade Anda 100Base-T klien secara bertahap, karena mereka (dan klien 10Base-T) masih lebih cepat bekerja dengan perangkat keras. Routers commonly include about four ethernet ports. Routers umumnya berisi tentang empat port ethernet. Get more if you need them (and if you can)–or see my instructions at “Use a Switch to Add More Ports,” to increase the number later on. Mendapatkan lebih banyak jika anda memerlukan mereka (dan jika Anda dapat)-atau melihat petunjuk di "Gunakan Beralih ke Tambah Lagi Ports," untuk meningkatkan jumlah nanti.

Some routers include a USB port, too. Beberapa router menyertakan port USB, juga. Consult the documentation for the specific model you’re considering purchasing for details of its use; typically, you can connect the USB port to a printer or hard drive to bring those devices onto the network. Untuk berkonsultasi di dokumentasi spesifik model Anda mempertimbangkan untuk membeli rincian penggunaannya; biasanya, Anda dapat menghubungkan port USB ke printer atau harddisk untuk membawa mereka ke perangkat jaringan. If those features match your needs, the extra cost is justified. Jika fitur yang cocok dengan kebutuhan anda, dengan biaya tambahan yang dibenarkan. If not, focus on the abilities discussed earlier. Jika tidak, fokus pada kemampuan dibahas sebelumnya.

If range is crucial in your setup, be sure to get a router that has an external antenna port, and don’t naively rely on the broadcast distance advertised on the packaging. Jika rentang sangat penting dalam konfigurasi, pastikan untuk mendapatkan sebuah router yang memiliki antena eksternal port, dan tidak bergantung pada naively siaran jarak diiklankan pada kemasannya. Many factors influence a router’s range, including the structure of the surrounding building and interference from neighbors. Banyak faktor yang mempengaruhi router dari jangkauan, termasuk struktur bangunan di sekitarnya dan gangguan dari tetangga. If you’re trying to blanket an entire house–or backyard–you miay have to buy a second access point. Jika Anda mencoba untuk menutupi seluruh rumah atau belakang-miay Anda harus membeli dua jalur akses.

www.yahoo.com

komunikasi Data, Topologi jaringan

Lapisan protokol di jaringan komputer.

Secara umum lapisan protokol dalam jaringan komputer dapat dibagi atas tujuh lapisan. Lapisan ini dapat dilihat pada gambar 1. Dari lapisan terbawah hingga tertinggi dikenal physical layer, link layer, network layer, transport layer, session layer, presentation layer dan application layer. Masing-masing lapisan mempunyai fungsi masing-masing dan tidak tergantung antara satu dengan lainnya.

Dari ketujuh lapisan ini hanya physical layer yang merupakan perangkat keras selebihnya merupakan perangkat lunak. physical layer merupakan media penghubung untuk mengirimkan informasi digital dari satu komputer ke komputer lainnya yang secara fisik dapat kita lihat. Berbagai bentuk perangkat keras telah dikembangkan untuk keperluan ini. Satu diantaranya yang cukup banyak digunakan untuk keperluan jaringan komputer lokal (LAN) di Indonesia adalah ARCnet yang banyak digunakan menggunakan perangkat lunak Novell. Untuk keperluan Wide Area Network (WAN) dapat kita dapat menyambungkan berbagai LAN ini menggunakan media radio atau telepon menjadi satu kesatuan.

Untuk mengatur hubungan antara dua buah komputer melalui physical layer yang ada digunakan protokol link layer. Pada jaringan paket radio di amatir digunakan link layer AX.25 (Amatir X.25) yang merupakan turunan CCITT X.25 yang juga digunakan pada Sistem Komunikasi Data Paket (SKDP) oleh PT. INDOSAT dan Perumtel. Dalam artikel terdahulu dijelaskan tentang

IEEE sebuah organisasi profesi untuk teknik elektro telah mengembangkan beberapa standart protokol physical layer dan link layer untuk LAN. Berdasarkan rekomendasi IEEE pada LAN yang menggunakan ARCnet (IEEE 802.3) atau Ethernet (IEEE 802.3) digunakan link layer (IEEE 802.2). Pada LAN Token Ring digunakan physical layer (IEEE 802.5). Bentuk lain dari LAN yang kurang dikenal adalah Token Bus (IEEE 802.4). Untuk LAN berkecepatan tinggi juga telah dikembangkan sebuah standart yang diturunkan dari IEEE 802.3 yang kemudian dikenal sebagai Fiber Data Distributed Interface (FDDI).

Artikel ini akan memfokuskan pembahasan pada lapisan protokol network layer dan transport layer. Sebetulnya ada beberapa keluarga protokol lainnya dalam TCP/IP. Tampak pada gambar 2 pada network layer selain IP dikenal juga ICMP (InterNet Control Message Protocol) [3], ARP (Address Resolution Protocol) [4] dan RARP (Reverse Address Resolution Protocol). Pada transport layer digunakan UDP (User Datagram Protocol) [5] selain TCP. Untuk sementara pembahasan akan dibatasi pada prinsip kerja protokol IP damn TCP. Hal ini karena TCP/IP merupakan protokol yang paling sering digunakan dalam operasi jaringan, protokol lainnya merupakan pelengkap yang membantu jaringan ini bekerja. Perlu dicatat bahwa pada jaringan komputer menggunakan TCP/IP umumnya tiga lapisan teratas dilakukan oleh sistem operasi dari komputer yang digunakan. Khususnya untuk komputer yang menggunakan UNIX telah tersedia library untuk network programming sehingga kita dapat mengembangkan program sendiri dengan mengakses langsung ke soket-soket TCP yang tersedia. Mungkin dilain kesempatan akan dijelaskan lebih lanjut mengenai cara pemprograman soket TCP di UNIX yang dapat diakses menggunakan bahasa C.

Prinsip kerja InterNet Protokol (IP).

Fungsi dari InterNet Protokol secara sederhana dapat diterangkan seperti cara kerja kantor pos pada proses pengiriman surat. Surat kita masukan ke kotak pos akan diambil oleh petugas pos dan kemudian akan dikirim melalui route yang random, tanpa si pengirim maupun si penerima surat mengetahui jalur perjalanan surat tersebut. Juga jika kita mengirimkan dua surat yang ditujukan pada alamat yang sama pada hari yang sama, belum tentu akan sampai bersamaan karena mungkin surat yang satu akan mengambil route yang berbeda dengan surat yang lain. Di samping itu, tidak ada jaminan bahwa surat akan sampai ditangan tujuan, kecuali jika kita mengirimkannya menggunakan surat tercatat.

Prinsip di atas digunakan oleh InterNet Protokol, "surat" diatas dikenal dengan sebutan datagram. InterNet protokol (IP) berfungsi menyampaikan datagram dari satu komputer ke komputer lain tanpa tergantung pada media kompunikasi yang digunakan. Data transport layer dipotong menjadi datagram-datagram yang dapat dibawa oleh IP. Tiap datagram dilepas dalam jaringan komputer dan akan mencari sendiri secara otomatis rute yang harus ditempuh ke komputer tujuan. Hal ini dikenal sebagai transmisi connectionless. Dengan kata lain, komputer pengirim datagram sama sekali tidak mengetahui apakah datagram akan sampai atau tidak.

Untuk membantu mencapai komputer tujuan, setiap komputer dalam jaringan TCP/IP harus diberikan IP address. IP address harus unik untuk setiap komputer, tetapi tidak menjadi halangan bila sebuah komputer mempunyai beberapa IP address. IP address terdiri atas 8 byte data yang mempunyai nilai dari 0-255 yang sering ditulis dalam bentuk [xx.xx.xx.xx] (xx mempunyai nilai dari 0-255).

Pada header InterNet Protokol selain IP address dari komputer tujuan dan komputer pengirim datagram juga terdapat beberapa informasi lainnya. Informasi ini mencakup jenis dari protokol transport layer yang ditumpangkan diatas IP. Tampak pada gambar 2 ada dua jenis protokol pada transport layer yaitu TCP dan UDP. Informasi penting lainnya adalah Time-To-Live (TTL) yang menentukan berapa lama IP dapat hidup didalam jaringan. Nilai TTL akan dikurangi satu jika IP melalui sebuah komputer. Hal ini penting artinya terutama karena IP dilepas di jaringan komputer. Jika karena satu dan lain hal IP tidak berhasil menemukan alamat tujuan maka dengan adanya TTL IP akan mati dengan sendirinya pada saat TTL bernilai nol. Disamping itu juga tiap IP yang dikirimkan diberikan identifikasi sehingga bersama-sama dengan IP address komputer pengirim data dan komputer tujuan, tiap IP dalam jaringan adalah unik.

Khususnya untuk pemakai jaringan komputer hal yang terpenting untuk dipahami secara benar-benar adalah konsep IP address. Lembaga yang mengatur IP address adalah Network Information Center (NIC) di Department of Defence di US yang beralamat di hostmaster@nic.ddn.mil. Pengaturan IP address penting, terutama pada saat mengatur routing secara otomatis. Sebagai contoh jaringan komputer di amatir radio mempunyai IP address kelas yang mempunyai address [44.xx.xx.xx]. Khusus untuk amatir radio di Indonesia IP address yang digunakan adalah [44.132.xx.xx]. Sedangkan penulis di Canada mempunyai IP address [44.135.84.22]. Hal ini terlihat dengan jelas bahwa IP address di amatir radio sifatnya geografis. Dari IP address penulis dapat dibaca bahwa mesin penulis berada di network 44 di InterNet yang dikenal sabagai AMPRNet (ampr.org). 135 menandakan bahwa penulis berada di Canada. 84 memberitahukan bahwa penulis berada di kota Waterloo di propinsi Ontario, sedang 22 adalah nomor mesin penulis. Dengan konsep IP address, route perjalanan IP dalam jaringan komputer dapat dilakukan secara otomatis. Sebagai contoh, jika sebuah komputer di InterNet akan mengirimkan IP ke [44.135.84.22], pertama-tama IP yang dilepas di network akan berusaha mencari jalan ke network 44.135.84, setelah mesin yang mengubungkan network 44.135.84 tercapai IP tersebut akan mencoba menghubungi mesin 22 di network tersebut. Kesemuanya ini dilakukan secara otomatis oleh program.

Tentunya sukar bagi manusia untuk mengingat sedemikian banyak IP address. Untuk memudahkan, dikembangkan Domain Name System (DNS). Sebagai contoh mesin penulis di AMPRNet dengan IP address [44.135.84.22], penulis beri nama (hostname) ve3.yc1dav.ampr.org. Terlihat bahwa hostname yang digunakan penulis sangat spesifik dan sangat memudahkan untuk mengetahui bahwa penulis berada di AMPRNet dari kata ampr.org. Mesin tersebut berada di Kanada dan propinsi Ontario dari ve3 sedang yc1dav adalah penulis sendiri. Contoh lain dari DNS adalah sun1.vlsi.waterloo.edu yang merupakan sebuah Sun SPARC workstation (sun1) di kelompok peneliti VLSI di University of Waterloo, Kanada (waterloo.edu) tempat penulis bekerja dan belajar. Perlu dicatat bahwa saat ini NIC belum memberikan domain untuk Indonesia. Mudah-mudahan dengan berkembangnya jaringan komputer TCP/IP di Indonesia ada saatnya dimana kita di Indonesia perlu meminta domain tersendiri untuk Indonesia.

Prinsip kerja Transmission Control Protocol (TCP).

Berbeda dengan InterNet Protokol (IP), TCP mempunyai prinsip kerja seperti "virtual circuit" pada jaringan telepon. TCP lebih mementingkan tata-cara dan keandalan dalam pengiriman data antara dua komputer dalam jaringan. TCP tidak perduli dengan apa-apa yang dikerjakan oleh IP, yang penting adalah hubungan komunikasi antara dua komputer berjalan dengan baik. Dalam hal ini, TCP mengatur bagaimana cara membuka hubungan komunikasi, jenis aplikasi apa yang akan dilakukan dalam komunikasi tersebut (misalnya mengirim e-mail, transfer file dsb.) Di samping itu, juga mendeteksi dan mengoreksi jika ada kesalahan data. TCP mengatur seluruh proses koneksi antara satu komputer dengan komputer yang lain dalam sebuah jaringan komputer.

Berbeda dengan IP yang mengandalkan mekanisme connectionless pada TCP mekanisme hubungan adalah connection oriented. Dalam hal ini, hubungan secara logik akan dibangun oleh TCP antara satu komputer dengan komputer yang lain. Dalam waktu yang ditentukan komputer yang sedang berhubungan harus mengirimkan data atau acknowledge agar hubungan tetap berlangsung. Jika hal ini tidak sanggup dilakukan maka dapat diasumsikan bahwa komputer yang sedang berhubungan dengan kita mengalami gangguan dan hubungan secara logik dapat diputus.

TCP mengatur multiplexing dari data yang dikirim/diterima oleh sebuah komputer. Adanya identifikasi pada TCP header memungkinkan multiplexing dilakukan. Hal ini memungkinkan sebuah komputer melakukan beberapa hubungan TCP secara logik. Bentuk hubungan adalah full duplex, hal ini memungkinkan dua buah komputer saling berbicara dalam waktu bersamaan tanpa harus bergantian menggunakan kanal komunikasi. Untuk mengatasi saturasi (congestion) pada kanal komunikasi, pada header TCP dilengkapi informasi tentang flow control.

Hal yang cukup penting untuk dipahami pada TCP adalah port number. Port number menentukan servis yang dilakukan oleh program aplikasi diatas TCP. Nomor-nomor ini telah ditentukan oleh Network Information Center dalam Request For Comment (RFC) 1010 [10]. Sebagai contoh untuk aplikasi File Transfer Protokol (FTP) diatas transport layer TCP digunakan port number 20 dan masih banyak lagi.

Prinsip kerja dari TCP berdasarkan prinsip client-server. Server adalah program pada komputer yang secara pasif akan mendengarkan (listen) port number yang telah ditentukan pada TCP. Sedang client adalah program yang secara aktif akan membuka hubungan TCP ke komputer server untuk meminta servis yang dibutuhkan.

State diagram kerja TCP diperlihatkan pada gambar 3. Pada state diagram gambar 3, client akan secara aktif membuka hubungan (active open) dengan mengirimkan sinyal SYN (state SYN SENT) ke komputer server tujuan. Jika server menerima sinyal SYN maka server yang saat itu berada pada state LISTEN akan mengirimkan sinyal SYN dan ke dua komputer (client & server) akan ke state ESTAB. Jika tidak ada tanggapan dari komputer yang dituju, maka program akan kembali pada state CLOSE. Setelah servis yang dilakukan telah selesai maka salah client akan mengirimkan sinyal FIN dan komputer client akan berada pada state FIN WAIT sampai sinyal FIN dari server diterima. Pada saat menerima sinyal FIN, server akan ke state CLOSE WAIT hingga hubungan diputus. Akhirnya kedua komputer akan kembali pada state CLOSE.

Beberapa contoh aplikasi jaringan InterNet.

Banyak aplikasi yang mungkin dilakukan menggunakan keluarga protokol TCP/IP. Aplikasi yang umum dilakukan adalah pengiriman berita secara elektronik yang dikenal sebagai elektronik mail (e-mail). Untuk ini dikembangkan sebuah protokol Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) [6]. Protokol ini mengatur tata cara mengirimkan berita dari seorang user di sebuah komputer ke komputer lain menggunakan alamat yang unik. Sebagai contoh, alamat e-mail penulis di AMPRNet adalah:

yc1dav@ve3.yc1dav.ampr.org

yang berarti bahwa penulis yc1dav berada di (at, @) mesin ve3.yc1dav.ampr.org. Tentunya pada saat pengiriman berita, IP akan melakukan konversi dari hostname ve3.yc1dav.ampr.org ke IP address penulis [44.135.84.22] untuk kemudian mengirimkan informasi SMTP yang dimasukan dalam protokol TCP.

Aplikasi lainnya adalah remote login ke komputer yang berjauhan. Hal ini dilakukan dengan menggunakan fasilitas Telnet [7] yang dijalankan diatas transport layer TCP. Untuk melakukan file transfer digunakan File Transfer Protocol (FTP) [8] yang juga dijalankan diatas TCP. Dengan semakin rumitnya jaringan maka manajemen jaringan menjadi penting artinya. Saat ini dikembangkan protokol yang khusus untuk digunakan mengatur jaringan dengan nama Simple Network Management Protocol (SNMP) [9]. Masih banyak lagi aplikasi yang dijalankan di atas TCP, seperti NNTP, RSPF dsb. Masing-masing aplikasi mempunyai nomor port TCP yang unik.

Satu hal yang cukup menarik dengan digunakannya protokol TCP/IP adalah kemungkinan untuk menyambungkan beberapa jaringan komputer yang menggunakan media komunikasi berbeda. Dengan kata lain, komputer yang terhubung pada jaringan yang menggunakan ARCnet, Ethernet, Token Ring, SKDP, amatir paket radio dll. dapat berbicara satu dengan lainnya tanpa saling mengetahui bahwa media komunikasi yang digunakan secara fisik berbeda. Hal ini memungkinkan dengan mudah membentuk Wide Area Network di Indonesia. Saat ini UNINET yang dipelopori oleh rekan-rekan dari PUSILKOM-UI terasa tersendat-sendat terutama karena tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk komunikasi. Di samping itu, protokol yang digunakan dalam jaringan UNINET saat ini adalah UUCP yang pada dasarnya merupakan protokol yang sangat sederhana. Hal ini tidak memungkinkan UNINET untuk melakukan hal-hal yang hanya mungkin dilakukan oleh TCP/IP seperti manajemen network secara otomatis menggunakan SNMP dan hubungan connectionless seperti yang dilakukan menggunakan IP.

Untuk lebih memperjelas, ada baiknya penulis ketengahkan contoh nyata yang penulis lakukan di jaringan amatir packet radio (AMPRNet) di Canada. Secara garis besar topologi jaringan komputer amatir packet radio di Waterloo terlihat pada gambar 4. Saat ini jaringan AMPRNet di Waterloo bekerja pada Frekuensi 145.09MHz pada kecepatan 1200bps. Kami merencanakan untuk meng-up grade jaringan TCP/IP yang ada ke kecepatan 9600bps. Pada gambar dituliskan beberapa mesin milik teman-teman penulis seperti at.ve3euk.ampr.org dan home.ve3rks.ampr.org.

Disini kami mempunyai sebuah gateway at.ve3uow.ampr.org milik University of Waterloo - Amateur Radio Club (UoW ARC), dimana penulis juga anggotanya, gateway ini menghubungkan jaringan AMPRNet dengan jaringan LAN PC Token Ring di University of Waterloo. Melalui gateway yang ada di jaringan Token Ring, IP yang dikirim oleh mesin di AMPRNet dapat berhubungan dengan mesin-mesin Unix yang ada di jaringan EtherNet di UoW maupun dengan mesin-mesin lain di InterNet. Tidak banyak gateway antara AMPRNet dan InterNet yang beroperasi di dunia saat ini. Hal ini dapat dilihat pada artikel penulis terdahulu tentang pengalaman penulis bekerja di jaringan amatir packet radio di luar negeri.

Di AMPRNet Waterloo kami menggunakan sunee.waterloo.edu dan watserv1.waterloo.edu sebagai domain name server (DNS). Dengan kata lain, dengan menggunakan protokol UDP/IP mesin-mesin AMPRNet di Waterloo jika akan berhubungan dengan mesin lain di AMPRNet atau InterNet yang hostnamenya diketahui dapat menanyakan IP address mesin yang dituju tersebut ke DNS. Semua ini dilakukan secara otomatis tanpa perlu operator mesin mengetahui proses terjadi.

Dengan adanya teknologi amatir paket radio di dunia amatir radio. Kemungkinan mengembangkan WAN dengan biaya murah di Indonesia menjadi mungkin. UNINET tidak mungkin menggunakan AMPRNet karena amatir paket radio tidak mengenal UUCP. Kalaupun dipaksakan amatir radio harus mengembangkan perangkat lunak yang dibutuhkan dari awal. Penggunaan TCP/IP akan memudahkan internetwoking dengan berbagai network seperti AMPRNet yang pada akhirnya membuka kemungkinan pengembangan WAN biaya mudah, tetapi dengan fasilitas yang jauh lebih baik daripada UUCP.